Rabu, 12 Januari 2011

Ketika Orang Rusia Mengamalkan Surat Ar Rahman:33

Oleh Syaripudin Zuhri

Menjelang 50 tahun perayaan manusia pertama ke angkasa, ada pertanyaan yang menggelitik, kapan Indonesia menerbangkan astronotnya ke angkasa? Kapan Indonesia yang mayoritasnya muslim mengamalkan surat ar Arahman:33. Masa kita hanya dapat bernyanyi, kapan-kapan! Masa yang mengamalkannya orang Rusia? Mengapa pertanyaan ini muncul? Mari lanjutkan membacanya.

Mungkin banyak diantara kita yang belum tahu atau mungkin malah tak tahu bahwa manusia pertama yang ke angkasa itu justru dari Rusia, bukan Amerika! Dalam sejarah tecatat pada tanggal 12 April 1961 Yury Gagarin meluncur keangkasa. Maka dialah manusia pertama yang meluncur keangkasa, yang sebelumnya diluncurkan anjing sebagai uji coba, bisakah makhluk hidup diluncurkan keangkasa! Dengan uji coba anjing yang berhasil diluncurkan keangkasa, maka manusiapun bisa!

Dengan pesawat Vostok I meluncurlah Gagarin keangkasa, mulailah langkah kecil manusia di bidang ruang angkasa menuju langkah besar. Ketika Rusia, saat itu Uni Soviet, meluncurkan kosmonotnya, sebutan untuk astronot di Rusia, Amerika Serikat kaget, terperangah, aha... Rusia duadah terbang duluan ke angkasa, malulah Amerika Serikat. Dan kebetulan saat itu memang sedang perang dingin, antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah pimpinan Uni Soviet.

Pukulan telak dihantamkan oleh Uni Soveit pada Amerika Serikat, tanpa gambar gembor, Uni Soveit dapat meluncurkan kosmonotnya ke angkasa! Namun karena dunia informasi pada saat itu memang dikuasai dunia Barat, khususnya Amerika, maka langkah awal manusia menembus angkasa untuk pertama kalinya, tak terdengar 'gregetnya" seakan "tak terjadi apa-apa", padahal itu adalah peristiwa pertama kali manusia bisa ke angkasa!

Namun ketika Amerika Serikat berhasil astronotnya menginjakan kakinya ke bulan dunia gempar! Dunia gegap gempita memberitakan itu dan lagi-lagi karena keberhasilan dunia barat menguasai informasi, yang terdengar ke angkasa oleh dunia adalah Neil Amstrong, bukan Yury Gagarain! Mungkin sampai saat ini bila ditanyakana siapa yang pertama manusia ke angkasa? Dijawabnya pasti Neil Amstrong! Padahal pertanyaanya adalah siapa yang pertama kali ke angkasa? Bukan ke bulan! Itulah yang tarjadi, Gagarin "dilenyapkan" oleh dunia informasi Amerika atau Barat. Yang dikenal dunia adalah Amstrong, bukan Gagarin.

Sudahlah, itu urusan mereka, yang saya mau tekankan adalah di mana posisi Indonesia, kapan astronot Indonesia ke angkasa? Jangan-jangan sudah banyak yang pesimis untuk menjawabnya. Jangankan ke angkasam ke bulan, ngurus makan saja kita masih susah. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Mau sekolah tinggi saja mahalnya tak terjangkau rakyat kecil, bagaimana rakyat mau menjadi pinter, kalau beban kehidupan begitu berat menekannya?

Atau bahkan ada yang sudah tak peduli lagi, mau ke angkasa atau bukan, mau makan atau tidak, bukan urusan! Atau memang kita harus terus menerus bangsa yang kalah dan dikalahkan, khsusunya dengan negara jiran kita, Malaysia! Di angkasa kitapun dikalahkan oleh Malaysia, mereka sudah meluncurkan astronotnya ke angkasa terbang bersama Rusia!

Setelah Dr Pratiwi Sudarmono calon astronot kita yang gagal terbang, karena meledaknya Challenger beberap tahun lalu, setelah itu tak terdengar lagi calon astronot kita, terdengar lagi satupun astronot kita yang dipersiapkan ke angkasa! Mungkin ada yang berpikir, buat apa ngurusin angkasa yang biayanya mahal? Ngurus perut aja belum bisa! Buat makan saja susah! Namun anehnya biaya trilunan rupiah anggaran tahun 2010 tak terserap! Ya ampun uang menjadi nganggur, tak produktif. Sementara yang di korupsipun tak tanggung-tanggung, entah berapa triyunan, tak ada yang bisa menjawab.

Loh dari pada anggaran hanya buat jalan-jalan bagi anggota DPR yang katanya terhormat, bukankah lebih baik membuat program yangjelas, dan salah satunya yang prestisius ya ke angkasa itu, biarlah anak cucu nanti bangga akan negaranya, karena telah berhasil ke angkasa! Masa kita baru si Gatotkaca aja sih yang terbang, atau tokoh komik kita, Godam, yang bisa terbang ke angkasa! Mana astronot kita? Ingat sebentar lagi di Rusia akan memperingati 50 tahun atau setengah abad kosmonotnya ke angkasa, tepatnya 12 April 2011 tahun ini dan mereka akan merayakannya besar-besaran!

Rasanya sedih sebagai suatu bangsa yang lebih dahulu merdeka dari Malaysia, dan pernah dua-tiga dekade dahulu Malaysia banyak berguru ke Indonesia, namun sekarang kita, Indonesia, tertinggal jauh olehnya. Mereka sudah punya kebanggaan yang menara kembar Petronas, yang sudah dijadikan tempat shoting film, baik dari Hollywood, Amerika, maupun oleh Bollywood, India. Sehingga negara Malaysia dapat promosi gratis dari dua pusat perfilman raksasa itu. Kapan Indonesia ada ikonnya yang mendunia, selain Bali? Kapan menara Jakarta jadi direalisasikan? Oya dibidang angkasa kita juga sudah dikalahkan Malaysia, mereka sudah meluncurkan astronotnya ke angkasa beberapa tahun lalu.

Halo... halo mana nih calon astronot kita? Kita sudah dikalahkan Malaysia, loh kalau tiba-tiba nanti Thailand atai Vietnam astronot mereka ke angkasa, wah tambah malu kita! Kita negara terbesar dan terluas wilayahnya di bandingkan negara-negara ASEAN lainnya, juga terbanyak penduduknya dan sangat kaya sumber daya alamnya.

Ya kalau kita dikalahkan lagi di bidang angkasa, ya ampun .... dana itu dikemanakan?
Masa kita hanya berlomba-lomba agar dapat dikuburkan di tempat yang mewah, yang dananya puluhan juta rupiah atau bahkan lebih. Ya ampun mau mati aja kok sampai sekian juta rupiah rela dibenamkan, sementara yang masih hidup mau makan saja susahnya minta ampun, mau membeli cabe kritingnya saja rakyat tak mampu! Heranya kok di ijinkan yakh ...membangun kuburan super mewah, dengan nama asing dan adanya di Indonesia! Orang tak tahu bahwa nama itu ada di Indonesia, kirain di Amerika sana, eh tak tahunya hanya di kerawang, Jawa Barat saja!

Aneh banget nih negara kita, yang miskin sampai matipuntak tahu mau dikuburin di mana, sementara yang kaya, padahal katanya harus berus bergaya hidup sederhana, bahkan dalam ajaran Islam, kita hanya dibekali dengan kain kafan saat meninggal dunia dan saat dikuburkan hanya di tanah biasa, tak perlu ornamen apapun, sederhana sekali. Tapikan itu duit mereka, harta mereka, suka-suka merekalah! Tapi mereka hidup di Indonesia, dimana rakyatnya masih banyak yang miskin, masa mau mati saja masih menujukkan bahwa saya orang kaya! Loh-loh kok jadi ke bawah, ke kuburan, bukankah tadi lagi bicara ke atas, ke angkasa?

Iya, saya gemes, melihat orang-orang kaya kita, sepertinya tak peduli pada yang miskin, masa orang lagi pada kelaparan, mereka membangun kuburan yang super mewah? Yang herannya pemerintah kok mengijinkan membangun kuburan semacam itu? Bukankah ketika orang mati hanya tiga perkara yang dapat mengiringnya ke akherat, amal jariah, anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Kok masih kuburan juga, habis geretan saya!

Oke kita kembali ke angkasa, memang dampak langsungnya mungkin kecil, tapi dalam jangka panjang ketika ada astronot Indonesia ke angkasa, akan membuat generasi kita di masa datang termotivasi dengan kuat dan sangat bangga akan negerinya, karena telah berhasil meluncurkan salah seorang warga negaranya ke angkasa, bukan suatu prestasi yang kecil!

Benar-benar luar biasa kalau Indoensia bisa meluncurkan astronotnya ke angkasa. Kok saya seperti bermimpi? ya tak apa-apalah, saya bermimpi sekarang, entah realisasinya bisa 10, 20, 50 atau 100 tahun mendatang atau bahkan berabad-abad kemudian baru terlaksana, tak penting! Yang penting ada astronot Indonesia yang ke angkasa yang dipersiapkan sekarang-sekarang ini, atau pada puluhan atau ratusan tahun mendatang!

Jangan sampai ke duluan negara-negara tetangga kita yang lainnya, atau jangan-jangan si singa kecil itu, Singapur, sudah merencanakan astronotnya ke angkasa, kalau itu terjadi, benar-benar, malu-maluin, masa kalah lagi dengan negara sekecil itu, negara yang secara fisik kalau dimasukan ke hutan Kalimantan, lenyap, tak kelihatan! Ayolah bangkit bangsaku, bangsa kita, di Rusia tanggal 12 April 2011 mendatang akan memperingati 50 tahun keberhasilan mereka menembus angkasa! Okelah kita tak punya pesawatnya, orangnya dulu deh yang ke angkasa, masa menunggu janji-janji Amerika saja?

Irak, Afganistan, Malaysia negara-negara berkembang lainnya sudah ke angkasa bekerjasama dengan Rusia, Rusialah yang menerbangkan para astronot mereka, mengapa kita tidak berkerjasam saja dengan Rusia? Sudahkah pemerintah memprogramkan dalam jangka pendek, menengah atau jangka panjang untuk meluncurkan salah seorang astronotnya ke angkasa? Atau jangan-jangan para ahli bahasanya sedang sibuk mencari, kata serapan astronot untuk bahasa Indonesia apa yakh? Jangan-jangan kita memang baru bisa membuat program atau acara"nujuh bulan" Ituloh acara adat untuk ibu-ibu yang hamil tujuh bulan! Loh apa hubungannya dengan angkasa? Ya paling tidak ada kata"bulan"nya.

Coba perhatikan surat Ar Rahman: 33 yang berbunyi” Wahai golongan jin dan manusia jika kamu sanggup menembus(melintas) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan(dari Allah)” Masa yang mengamalkan orang Rusia atau Amerika. Lucukan? Apa lagi saat diluncurkan pesawat Vostok I, Rusia masih bagian dari Uni Soviet yang komunis! Rasanya kontradiksi, yang beriman hanya membaca, yang komunis mengamalkan, kan aneh! Arab Saudi yang “gudangnya duit” tak kedengaran program mengamalkan ayat ini, Indonesia yang mayoritasnya muslim, entah kapan mengamalkan ayat ini.

Oke salam dari “angkasa”, sampai jumpa di “orbit” yang baru!

Maafkan Aku, Sahabat

Oleh M .jono AG

Sahabatku, mohon maaf kalau panggilanmu lewat HP semalam tak kujawab. Bukan aku mengabaikanmu, apalagi tidak menghargaimu. Sekali lagi tidak. Insya Allah aku akan tetap menjawabmu pada waktu dan situasi yang berbeda. Hanya karena aku malu kepada Allah saat itu karena aku sedang ingin menambah pemahamanku terhadap agamaku.

Aku sangat malu kalau ustadz yang berdiri di depanku dan di depan semua jamaah sedang semangat-semangatn

Sabtu, 18 Desember 2010

Tolak UU Pornografi Komnas Perempuan: Putusan MK Jauhi Cita-cita Bangsa

Nina Suartika
VHRmedia, Jakarta
- Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan kecewa terhadap Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan mencabut pasal kontroversial dalam UU Pornografi.
 
Ketua Sub-Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, mengatakan UU Pornografi jelas bertentangan dengan UUD 1945. UU Pornografi mengancam kewibawaan hukum, de

Rabu, 15 Desember 2010

Kunci Hidup Sukses Tausyiah Aa Gym

   Kunci Hidup Sukses K.H. Abdullah Gymnastiar “Jika Allah menolong kamu maka tak adl orang yg dapat mengalahkan kamu..” : 160} Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulai ketika kita ingin segera diperjuangkan? Tampak tak terlalu salah bila ada orang yg telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi bahkan lulusan luar negeri lalu menganggap diri orang sukses. Mungkin juga seseorang yg gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu tetapi saat ini berani menepuk dada krn yakin bahwa diri telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena ia telah memilih dunia wirausaha lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah sehingga mewujudlah segala buah jerih payah itu dalam belasan perusahaan besar yg menguntungkan.
    Seorang ayah dihari tua tersenyum puas krn telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yg tentram dan bahagia sementara anak anak telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yg mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidup ketika jutaan umat telah menjadi jamaah yg setia dan telah menjadikan sebagai panutan sementara pesantren selalu dipenuh sesaki ribuan santri. Pendek kata adl hak tiap orang utk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi dari sudut pandang manakah seyogya seorang muslim dapat menilik diri sebagai orang yg telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? Membangun Fondasi Kalau kita hendak membangun rumah maka yg perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adl fondasinya. Karena fondasi yg tak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atap dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan misal yg asal memiliki kinerja yg baik sehingga maju pesat tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebab adl krn didalam merajalela ketidakjujuran penipuan intrik dan aneka kezhaliman lainnya. Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantor sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat sementara anak-anak pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi bahkan yg sudah bekerjapun beroleh posisi yg bagus. Namun apa yg terjadi kemudian?Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangga itu krn beberapa faktor yg mungkin mental mereka tak sempat dipersiapkan sejak sebelum utk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri krn harta gelar pangkat dan kedudukan sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaan kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisi sendiri terjebak dalam prasangka mudah iri terhadap sesama dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang.    Anak-anakpun tak lagi menemukan ketenangan krn sehari-hari menonton keteladanan yg buruk dan menyantap harta yg tak berkah.
    Lalu apa yg harus kita lakukan utk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal bahwa tiada kesuksesan yg sesungguh kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan maka segala aspek yg berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip yakni sukses dgn dan krn pertolongan-Nya. Inilah yg dimaksud dgn fondasi yang tak bisa tak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.
   Sunnatullah dan Inayatullah Terjadi sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yg tak diharapkan ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah arti sunnah-

Minggu, 12 Desember 2010

Karena Pacaran Diajarkan

   Bro en Sis, gaulislam edisi pekan ke 163 ini sengaja membahas tentang PACARAN. Tentu ada alasannya. Ketika saya ikut nyebarin gaulislam edisi cetak ke sekolah-sekolah. Eh, diralat, bukan ikut nyebarin, tapi nyebarin langsung. Kalo ikut kan berarti bareng teman-teman yang lain hehehe.. Iya, soalnya pekan kemarin kru distribusi pada nggak bisa semua. Ada yang kerja, ada yang lagi nyari kerjaan. Jadinya, editornya langsung deh yang turun tangan. Tapi, ada hikmahnya. Jadi seru obrolan bersama para guru di beberapa sekolah lho. Gini ceritanya.
   Salah satunya ngobrol bareng Pak Solihin (lha ini emang namanya sama dengan saya, cuma emang beda ruh dan jasadnya, hehehe). Beliau adalah pengajar di SMKN 1 Bogor. Seru banget ngobrol sama beliau (bukan

Jamaah Justin Beiber

  Form:http://www.gaulislam.com/
   Siapa sih yang nggak kenal Justin Bieber? Beberapa kali nih bocah jadi trending topic di Twitter. Lagu-lagunya juga digemari, aksi panggungnya dinanti. Penggemarnya (baca: jamaahnya) hampir di seluruh dunia. Justin Bieber adalah salah satu idola remaja saat ini. Jamaahnya rela berbuat apa saja. Mulai dari ngunduh video dan lagu-lagunya, sampe nguber info apapun yang berkaitan dengan kehidupan bocah kelahiran Ontario,

Rabu, 24 November 2010

Karena Surga Itu Manis

by Leila Amra 


 Jika ditanyakan kepada manusia, pilih surga atau neraka? Dengan informasi yang seadanya, dengan bekal informasi bahwa surga itu nikmat dan neraka itu menyeramkan, maka dengan lantang pasti akan memilih surga. Tapi, tahukah kita bahwa jalan menuju surga itu sulit dan jalan menuju neraka begitu mudah?
Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda (yang artinya): “Ketika Allah menciptakan surga, Dia berfirman kepada Jibril, ‘Pergi dan lihatlah (surga itu)’. Jibril pun pergi untuk melihatnya. Jibril kembali seraya berkata, ‘Tuhanku, demi keperkasaanMu, tidak seorang pun mendengar